09 Agu 14  Pasuruan / Indonesia

Konservasi lingkungan

Henkel menanam bakau di sepanjang empat hektar pesisir Jawa Timur

Pasuruan, 9 Agustus 2014 – Henkel, pemimpin global untuk Laundry & Home Care, Beauty Care dan Adhesive Technologies, telah menebar 10.000 pohon bakau di sepanjang pesisir Jawa Timur, mencakup empat hektar lahan atau seluas 40.000 meter persegi.

Indonesia termasuk negara di dunia yang memiliki hutan bakau (mangrove) terbesar, meliputi 27 persen dari mangrove di dunia, dan 75 persen yang ada di Asia Tenggara. Tetapi populasi ini dengan cepat hilang atau berkurang dalam beberapa tahun belakangan ini.

Penanaman bakau oleh Henkel dilakukan di Pusat Konservasi Mangrove di Nguling yang terletak di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi banjir dan melindungi garis pantai dari abrasi air laut. Sebagai tambahan, hutan bakau memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga ekosistem daerah pesisir, termasuk menjadi habitat bagi sejumlah spesies flora dan fauna khas pesisir.

“Social Progress adalah area fokal dari strategi keberlanjutan Henkel,” jelas Allan Yong, Presiden Henkel Indonesia. “Kami percaya upaya kami menanam pohon bakau di sepanjang garis pantai Pasuruan bisa memberi sumbangan untuk melindungi lingkungan hidup dan bermanfaat bagi masyarakat setempat.”

Sejak tanggal 4 Agustus, karyawan pabrik perekat Henkel di Pasuruan telah mengunjungi lokasi konservasi bakau setiap hari untuk menanam bakau. Dalam waktu lima hari, 40.000 pohon bakau telah ditanam di atas lahan seluas 4 hektar. Untuk menandai akhir dari fase penanaman, tim manajemen Henkel Indonesia, bersama dengan 50 karyawan, menanam 150 pohon tambahan di lokasi konservasi pada tanggal 9 Agustus. Ini menggenapkan jumlah 10.000 pohon bakau yang ditanam karyawan Henkel Indonesia di lokasi tersebut. Untuk memantau dan memastikan pertumbuhan hutan bakau yang sehat, karyawan akan terus mengunjungi secara berkala selama tiga bulan ke depan.

“Henkel telah hadir di Indonesia selama 40 tahun dan berkomitmen untuk terus menjadi perusahaan yang baik,” kata Allan. “Sekitar 30 persen dari pegawai Henkel di Pasuruan telah bersukarela untuk terlibat dalam program konservasi bakau ini. Hal Ini merupakan pertanda baik dari komitmen pribadi para karyawan terhadap masa depan Indonesia yang berkelanjutan.”  

Keterlibatan sosial

Karyawan Henkel Indonesia telah menjadi inisiator yang kokoh bagi berbagai inisiatif perusahaan dalam ‘memberi kembali’ kepada masyarakat dan telah terlibat dalam beberapa proyek sosial di tahun-tahun sebelumnya. Bersamaan dengan peringatan 40 tahun kehadiran Henkel di Indonesia, perusahaan lebih meningkatkan inisitaifnya.

Pada bulan Januari 2014, saat Jakarta dan sekitarnya didera banjir terburuk, Henkel Indonesia membantu para korban di desa terpencil di Tangerang. Selama lima hari, karyawan mengumpulkan 500 paket—terdiri dari makanan, baju, shampo, sepatu dan alat tulis—untuk korban di desa Cirumpak yang terisolasi.

Pada 18 Juni, karyawan pabrik perekat di Tangerang berpartisipasi dalam kegiatan donor darah untuk memperingati Hari Donor Darah Sedunia.

Pada 5 Juli, karyawan di Jakarta mengunjungi Panti Asuhan Mizan Amanah dan ikut ambil bagian dalam bentuk hiburan yang unik: mengakhiri puasa bagi Muslim di bulan suci Ramadan. Tim Henkel Indonesia memberi kejutan kepada anak-anak panti asuhan dengan pertunjukan sulap dan paket peduli untuk setiap anak. Paket peduli terdiri dari buku tulis, tas sekolah dan perlengkapan tulis.

Pada 19 Juli, Duta Keberlanjutan Henkel memberi pelajaran mengenai sustainability atau keberlanjutan kepada 238 siswa SDN. Pekoren 1 di Pasuruan. Tujuan dari program Duta Keberlanjutan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran di antara generasi muda dan menunjukkan kepada mereka bahwa mereka juga bisa memberi sumbangsih pada perlindungan lingkungan hidup dan keberlanjutan melalui aksi-aksi sederhana dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Henkel beroperasi di seluruh dunia dengan merek-merek dan teknologi terkemuka di tiga wilayah bisnis: Laundry & Home Care, Beauty Care dan Adhesive Technologies. Didirikan pada 1876, Henkel memegang posisi utama di pasar global baik di bisnis konsumen dan industri dengan merek-merek ternama seperti Persil, Schwarzkopf dan Loctite. Henkel mempekerjakan sekitar 50.000 orang dan melaporkan penjualan sebesar 16,4 Miliar Euro dan keuntungan operasional sebesar 2,5 Miliar Euro pada tahun anggaran 2013. Saham Henkel terdaftar di Pasar Bursa Jerman DAX.

President of Henkel Indonesia, Allan Yong, with Kalpataru Winner, Bapak Mukarim and Henkel Employees Planting Mangrove in Mangrove Pasuruan Conservation Center

President of Henkel Indonesia, Allan Yong, gives a speech on Mangrove Planting ceremony in Mangrove Conservation Center, Nguling, Pasuruan

President of Henkel Indonesia, Allan Yong, with Kalpataru Winner, Bapak Mukarim and Henkel Employees Planting Mangrove in Mangrove Pasuruan Conservation Center

Maggie Tan Henkel Corporate Communications Southeast Asia and Australia/New Zealand +65-6424-7045
+65 6266 1161
maggie.tan@henkel.com Unduh Kartu Nama Tambahkan ke Konten Saya