22 Mei 15  Jakarta

Henkel Innovation Challenge 8

Tim Filipina mengukir sejarah di Vienna 

Setelah tiga hari menjalani kompetisi untuk menjadi yang pertama dalam kompetisi yang diikuti oleh para pelajar dari 28 negara, Tim Darmalite dari Filipina meraih tempat ke-dua dalam kompetisi Final Internasional Henkel Innovation Challenge ke-8 (HIC) di Vienna, Austria, yang berlangsung dari tanggal 8 hingga 10 April. Tim Damalite merupakan tim pertama dari Asia Tenggara yang meraih tiga besar dalam kompetisi internasional.

Darla Bautista dan Marco Del Valle dari Universitas Filipina Diliman memamerkan terobosan inovasi mereka, the Buchstrahl – sebuah lapisan yang diaplikasikan pada permukaan mobil yang dapat menyerap energi apapun dari sumber manapun untuk memberikan daya bagi mesin kendaraan tersebut. Didukung oleh mentor Henkel mereka, Tyrone Williams, Source-to-pay Manager dari Shared Service Center Manila, tim ini memberikan kesan yang mendalam kepada para juri dengan pemikiran kreatif dan strategi pragmatis mereka untuk mewujudkan ide mereka menjadi kenyataan.

Marco mengatakan, “Kami berkompetisi dengan yang terbaik di dunia. Sangat mengintimidasi memang, namun tantangan ini berhasil membuat kami menjadi lebih baik, dan merupakan sebuah pengalaman pembelajaran yang sangat berharga. Kami belajar sangat banyak dari mentor kami, Tyrone, yang mendampingi kami di tiap tikungan, dan tim-tim lain dalam kompetisi ini yang telah memberikan inspirasi untuk mengeksplorasi kemampuan kami.”

Pada kompetisi final ini, Indonesia diwakili oleh Ratih Siahaan dan Hariawan Christophorus, keduanya mahasiswa Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Mereka membawa serta ide ‘Dishwashing Wrapper’, yang merupakan produk berupa pembungkus atau sampul yang ditempelkan ke piring atau alat makan yang kotor yang apabila ditarik lepas dapat membersihkan kotoran dan minyak yang ada di permukaan piring kotor tersebut. Ratih mengatakan, “Tentu saja bagian terpenting adalah perhatian internasional yang kami dapatkan serta jaringan yang telah kami bangun dengan pelajar-pelajar lain dan manajer-manajer Henkel dari berbagai negara.”

Keberhasilan bagi kedua tim ini merupakan bukti dari banyaknya bakat yang terdapat di kawasan Asia Tenggara. Dengan juga tidak melupakan potensi pegawai masa depan yang baik, HIC merupakan program yang penting dari dan bagi Henkel untuk berinteraksi dengan generasi berbakat dan membangun hubungan dengan mereka sedini mungkin.

Tentang HIC
Henkel Innovation Challenge adalah sebuah kompetisi tahunan internasional yang melibatkan para tim pelajar dari universitas-universitas berbagai negara, yang dimentori oleh para manajer Henkel, dimana para tim pelajar ini diharuskan untuk mempresentasikan ide inovatif dan berkesinambungan mereka untuk masa depan.

Darla Bautista dan Marco Del Valle menerima hadiah juara kedua, yakni uang tunai sebesar 4.000 Euro.

Ratih Siahaan dan Hariawan Christophorus saat perjalanan mereka berkompetisi di Vienna, Austria.