Plastik – Tanggung Jawab Bersama

Bagaimana cara kita mendorong pendekatan yang bertanggung jawab terhadap plastik?

Di seluruh dunia, plastik sekarang menjadi bahan standar untuk sejumlah besar produk dan kegiatan sehari-hari. Plastik sering digunakan untuk kemasan karena mampu memenuhi berbagai fungsi yang mengesankan seperti melindungi produk dari kerusakan selama transportasi dan saat digunakan.

Saat Limbah Menjadi Sampah

Idealnya, konsumen harus dapat membuang kemasan kosong dengan cara yang bertanggung jawab setelah mereka selesai menggunakan suatu produk. Ini mungkin termasuk membuat kemasan lebih mudah untuk didaur ulang atau menempatkannya ke dalam sistem pengumpulan limbah yang efektif. Sayangnya, tidak ada standar global untuk penanganan limbah. Selain itu, ada perbedaan tingkat kesadaran mengenai pentingnya melindungi lingkungan di seluruh dunia. Banyak negara juga tidak memiliki sistem yang efektif untuk mengelola limbah. Ini berarti, limbah plastik dapat dengan mudah menemukan jalannya ke alam, saluran air, dan lautan sebagai akibat dari tidak adanya menejemen sampah yang baik. Selama periode waktu yang lama, sampah plastik dapat terurai sampai menjadi mikroplastik.

Pemikiran Melingkar

Banyak organisasi lingkungan terkemuka berpendapat bahwa larangan penggunaan plastik tidak realistis karena fungsinya yang banyak diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari. Sebaliknya, cara paling efektif untuk mengatasi dampak plastik pada planet kita adalah dengan mengubah cara hidup modern dan mengadopsi sistem di mana semua bahan yang sudah digunakan dapat kembali dipakai atau dapat berulang kali didaur ulang. Solusi ini dikenal sebagai ekonomi sirkular dan dapat membantu memotong limbah, mengurangi konsumsi sumber daya dan mengurangi polusi bagi lingkungan.


.


Bergabung Bersama

Untuk mendorong kemajuan menuju ekonomi sirkular, Henkel secara aktif terlibat dalam beberapa kemitraan. Misalnya, kami bermitra dengan Bank Plastik, sebuah perusahaan sosial di Haiti. Bank Plastik memiliki tujuan untuk menghentikan plastik di laut dan memberikan peluang bagi orang-orang dengan berkekurangan dengan memungkinkan mereka mendapatkan uang atau layanan melalui mengumpulkan sampah dari lingkungan sehingga dapat lebih mudah untuk didaur ulang.

Selain itu, kami adalah salah satu anggota pendiri dari Aliansi Global untuk Mengakhiri Sampah Plastik. Aliansi ini akan mengembangkan serta membawa solusi untuk meminimalkan dan mengelola limbah plastik. Ini juga akan mempromosikan solusi untuk plastik bekas dan membantu mengaktifkan ekonomi sirkular.


Kerjasama dengan Bank Plastik: Plastik yang dikumpulkan oleh masyarakat lokal disortir dan diproses, dan kemudian diintegrasikan ke dalam rantai nilai daur ulang sebagai Social Plastic®. Henkel kini turut menjadi menjadi konsumen dari bank plastik yaitu dengan menggunakan plastik daur ulang untuk 25.000 botol produk cucian dan pembersih Henkel.

Di Henkel, kami telah menetapkan target ambisius untuk kemasan berkelanjutan. Pada tahun 2025, 100 persen kemasan Henkel akan dapat didaur ulang, dapat digunakan kembali atau dapat dibuat menjadi kompos*. Visi ini dibangun diatas upaya mengembangkan kemasan berkelanjutan yang terus mengalami kemajuan. Sebagai contoh, produk dari Pril ini ProNature kemasan botol terbuat dari 100% plastik daur ulang. Dari produsen kemasan hingga perusahaan daur ulang, semua mitra di sepanjang rantai nilai harus bekerja sama untuk mencapai ekonomi melingkar.    

Di Indonesia, duta keberlanjutan aktif berpartisipasi dalam program penjangkauan sekolah untuk menanamkan kebiasaan daur ulang yang baik pada siswa. Melalui kegiatan mewarnai, kuis, dan diskusi, siswa belajar cara mendaur ulang dan membuang serta mengelola sampah secara bertanggung jawab.

Upaya ini mewujudkan komitmen kami sebagai produsen barang yang bertanggung jawab dengan kami berupaya mencari solusi terbaik untuk masalah plastik planet kita.

*tidak termasuk produk perekat di mana residu dapat mempengaruhi daur ulang