14 Apr 2026  Düsseldorf / Jerman

Henkel memperkuat komitmen keberlanjutannya

Henkel mengumumkan target baru keberlanjutan untuk tahun 2030

  • Net-zero (nol-emisi bersih): Mengurangi emisi gas rumah kaca absolut Lingkup 1 dan Lingkup 2 sebesar 42 persen, serta emisi Lingkup 3 sebesar 30 persen, dengan target mencapai emisi nol bersih pada tahun 2045.
  • Ekonomi sirkular: Meningkatkan porsi plastik daur ulang dalam kemasan konsumen setidaknya 35 persen, dengan 100 persen kemasan dirancang untuk dapat didaur ulang.
  • Kesetaraan gender global: Berupaya mencapai setidaknya 45 persen representasi laki-laki dan perempuan di seluruh level manajemen serta memastikan kesetaraan upah global*.
  • Rantai pasokan keberlanjutan: Memastikan 85 persen pemasok memenuhi standar keberlanjutan tertentu.

Berbekal warisan kebanggaan dalam bidang keberlanjutan sejak didirikan dengan sejarah 150 tahunnya, Henkel menetapkan target-target keberlanjutan jangka menengah baru hingga tahun 2030. Target-target keberlanjutan baru ini mencerminkan keputusan strategis untuk semakin mempercepat dampak positif di seluruh rantai nilai perusahaan. Dengan pendekatan holistik yang mengintegrasikan aksi iklim, kesetaraan, dan rantai pasok yang berkelanjutan, Henkel menandai dimulainya siklus baru.

“Dalam 150 tahun, Henkel telah membuktikan bahwa praktik yang bertanggung jawab dan kinerja bisnis yang kuat dapat berjalan beriringan. Di tengah lingkungan yang penuh tantangan dan tidak menentu saat ini, semakin penting bagi kami untuk mengambil sikap yang jelas dan konsisten dalam membentuk masa depan yang berkelanjutan,” kata Carsten Knobel, CEO Henkel. 

 “Sejalan dengan agenda pertumbuhan berorientasi tujuan (purposeful growth), kami kini mengambil langkah berikutnya dengan tujuan keberlanjutan yang baru dan ambisius, namun tetap membuahkan hasil yang nyata. Kami berfokus pada tiga prioritas utama di mana kami yakin dapat memberikan dampak yang berarti dan semakin mendorong nilai berkelanjutan.” 

“Warisan kebanggan kami selama ini ditandai oleh tanggung jawab serta semangat kepeloporan, terutama untuk mewujudkan keberlanjutan yang lebih baik dimasa depan. Target-target baru ini mencerminkan keputusan yang strategis dalam mempercepat peningkatan dampak positif di seluruh rantai nilai, serta menyediakan kerangka kerja jelas yang dapat ditindaklanjuti guna mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam setiap keputusan sehari-hari di seluruh bisnis. Menciptakan dampak yang berkelanjutan dan holistik membutuhkan keberanian serta komitmen bersama—di seluruh tim, pasar, dan lokasi di seluruh dunia,” tambah Sylvie Nicol, Wakil Presiden Eksekutif Bidang Sumber Daya Manusia, Infrastruktur, dan Keberlanjutan.  

Mempercepat jalan menuju nol emisi bersih dan ekonomi sirkular.

Henkel telah berkomitmen menjadi perusahaan dengan nol emisi bersih (net-zero) tahun 2045 dan telah menetapkan peta jalan (roadmap) yang komprehensif pada tahun 2024 dalam mencapai tujuan ini, yang telah diverifikasi berdasarkan Science Based Targets initiative (SBTi). Perusahaan menargetkan pengurangan emisi secara signifikan di seluruh rantainya melalui peningkatan efisiensi energi, perluasan penggunaan energi terbarukan, serta bahan bakar yang lebih berkelanjutan. Sebagai tonggak penting pada perjalanan ini, Henkel menargetkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca absolut Lingkup 1 dan Lingkup 2 sebesar 42 persen tahun 2030 (dibandingkan dengan tahun 2021) serta memangkas emisi absolut Lingkup 3 sebesar 30 persen.  Emisi Lingkup 1 dan 2 mencangkup emisi langsung dan tidak langsung dari kegiatan operasional perusahaan, sementara emisi Lingkup 3 mencakup emisi yang berasal dari rantai nilai hulu dan hilir. Kemajuan yang telah dicapai hingga saat ini menunjukkan bahwa Henkel berada di jalur yang tepat: pada tahun 2025, perusahaan berhasil mengurangi emisi sebesar 29 persen dalam Lingkup 1, 2 dan 3 dibandingkan tahun dasar 2021 dan menerapkan produksi netral karbon di 37 lokasi di seluruh dunia. Dalam konteks ini, Henkel juga secara signifikan meningkatkan penggunaan listrik terbarukan menjadi 97 persen secara global. Penurunan emisi ini mencerminkan perbaikan operasional serta kolaborasi yang lebih erat dengan pemasok dan mitra bisnis. 

Elemen penting lainnya dari upaya perlindungan lingkungan Henkel adalah komitmennya dalam mendukung ekonomi sirkular. Perusahaan telah menetapkan target yang jelas baik dalam hal porsi material daur ulang yang digunakan dalam kemasan produk konsumennya maupun proporsi kemasan yang dirancang untuk didaur ulang. Pada tahun 2030, porsi material daur ulang ditargetkan mencapai setidaknya 35 persen, meningkat dari level 28 persen saat ini. Selain itu, Henkel juga menargetkan 100 persen kemasannya dirancang agar dapat didaur ulang pada tahun 2030, yang saat ini telah mencapai 88 persen. 

Perusahaan juga berkontribusi pada pengembangan kemasan yang dapat didaur ulang melalui solusi perekat khusus, yang dikembangkan oleh unit bisnis Adhesive Technologies. Solusi-solusi ini diuji di “Packaging Recyclabs” khusus milik perusahaan, yang merupakan bagian dari pusat layanan pelanggan Henkel di Düsseldorf dan Shanghai. 

Memperjuangkan kesetaraan karyawan secara global

Henkel menegaskan kembali komitmennya terhadap kesetaraan kesempatan, lingkungan kerja yang inklusif, dan pemberian upah yang adil. Pada tahun 2030, perusahaan berupaya mencapai keseimbangan gender secara global di jajaran manajemen, dengan masing-masing gender terwakili lebih dari 45 persen di seluruh tingkatan manajemen. Pada akhir 2025, porsi perempuan di jajaran manajemen telah mencapai lebih dari 43 persen, menandai sebuah pencapaian penting dan menunjukkan dampak yang nyata. Selain itu, Henkel berupaya mencapai kesetaraan upah global pada tahun 2030. Kedua target tersebut diimplementasikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan setempat dan melalui pendekatan yang disesuaikan masing-masing wilayah. 

Kolaborasi untuk rantai pasokan yang lebih berkelanjutan

Henkel semakin gencar berupaya bekerja sama secara erat dengan para pemasok dan meningkatkan standar keberlanjutan di seluruh rantai pasokannya. Perusahaan secara sistematis mengevaluasi kinerja mitra bisnisnya dalam hal keselamatan, kesehatan, perlindungan lingkungan, standar sosial, serta praktik bisnis yang adil. Pada tahun 2030, 85 persen pemasok Henkel diharapkan memenuhi kriteria keberlanjutan perusahaan. Inisiatif lintas industri seperti “Together for Sustainability (TfS)” bersama dengan program dukungan yang ditargetkan untuk pemasok skala kecil dan menengah, merupakan pendorong utama ambisi ini.

Kemajuan Henkel juga dikonfirmasi oleh penilaian keberlanjutan yang diakui secara internasional. Dalam penilaian CDP 2025, Henkel untuk pertama kalinya meraih peringkat “A” dalam kategori iklim. Selain itu, perusahaan juga meningkatkan kinerjanya dalam peringkat EcoVadis terbaru dan sekali lagi meraih peringkat Emas. 

Kumpulan lengkap target keberlanjutan terbaru dapat ditemukan disini

 

*sesuai dengan undang-undang setempat dan pendekatan yang disesuaikan di masing-masing wilayah.

Sylvie Nicol, Wakil Presiden Eksekutif Bidang Sumber Daya Manusia, Infrastruktur, dan Keberlanjutan di Henkel

Pada tahun 2045, Henkel menargetkan untuk mencapai nol bersih secara global.

Untuk mendorong ekonomi sirkular, Henkel mengembangkan solusi perekat inovatif yang siap diterapkan dalam ekonomi sirkular. Di fasilitas Packaging Recyclabs-nya, para ahli meneliti berbagai aspek termasuk kelayakan daur ulang kemasan berbahan dasar serat.

Pada tahun 2030, Henkel berupaya mencapai setidaknya 45 persen representasi laki-laki dan perempuan di seluruh jajaran manajemen.

Pada tahun 2030, Henkel menargetkan 85 persen pemasoknya memenuhi standar keberlanjutan yang telah ditetapkan.

Cheerio Chan Henkel Head of Corporate Communications Southeast Asia, Australia and New Zealand +65 8799 3216 corpcomms.sea@henkel.com Unduh Kartu Nama Tambahkan ke Konten Saya