Sejarah Henkel

Lebih dari 140 tahun kesuksesan merek Henkel.

Pada awal sejarah berdirinya perusahaan pada tahun 1876, terdapat seorang pedagang berusia 28 tahun bernama Fritz Henkel yang memiliki ketertarikan pada ilmu pengetahuan. Di 26 September 1876, ia dan dua mitranya mendirikan perusahaan Henkel & Cie di Aachen dan memasarkan produk pertamanya, yaitu sebuah deterjen universal berbasis silikat.

Selama beberapa tahun berikutnya, keluarga Jerman yang terdiri dari banyak pengusaha dan ribuan pegawainya membangun Henkel menjadi perusahaan global.

Pada tahun 1974, Henkel membuka kantor cabang di Indonesia dan mulai menjual perekat kepada para pelanggan. Kini Indonesia mewakili pasar yang berkembang cepat bagi Grup Henkel dan merupakan pilar kokoh dari strategi perusahaan pada pasar negara berkembang

Fritz Henkel mendirikan perusahaan deterjen bernama Henkel

Pada 26 September 1876, Fritz Henkel yang berumur 28 tahun dan dua mitranya mendirikan perusahaan bernama Henkel & Cie di Aachen. Perusahaan tersebut memiliki produk deterjen laundry berbasis sodium silikat yang mereka namakan Universal-Waschmittel. Berbeda dengan produk-produk sejenis lainnya, , yang pada saat itu dijual tanpa takaran, deterjen bermutu tinggi buatan mereka dipasarkan dalam sachet kecil.

Keberhasilan pertama dengan produk bermerek: Bleich-Soda (soda cuci) Henkel

Pada tahun 1878, produk Henkel yang pertama diluncurkan. Atas riset pribadi Fritz Henkel, soda bleach yang digunakan dihasilkan dari senyawa sodium silikat dan soda terkalsinasi (bebas-air). Pada tahun yang sama, Henkel juga mulai mengekspor produk ini ke luar negeri: 200 kotak dari Bleich-Soda Henkel dan 200 pon Universal-Waschmittel ke Swiss.

 Relokasi ke Düsseldorf

Dibangun atas keberhasilan produk merek pertamanya – Bleich-Soda (soda bleach) Henkel – Fritz Henkel merelokasi perusahaannya ke Düsseldorf pada tahun 1878. Pada awalnya ia mengontrak sebuah pabrik di wilayah Flingern, lalu mendirikan pabrik sendiri di Düsseldorf-Oberbilk pada tahun 1880. Di tahun 1899, Fritz Henkel membeli tanah di Hothausen, yang pada saat itu merupakan pinggiran Düsseldorf. Di tahun yang sama, ia mulai mendirikan pabrik soda bleach, sebuah pabrik sodium silikat, rumah boiler dengan workshop, dan sebuah gedung perkantoran. Pada Maret 1900, Henkel sudah siap untuk mulai berproduksi di tempat barunya.

Fondasi Schwarzkopf

Pada tahun 1898, ahli kimia yang diakui  egara, Hans Schwarzkopf, mengambil alih perusahaan tinta, obat dan parfum di Berlin-Charlottenburg. Schwarzkopf telah menjadi bagian dari Henkel sejak diakuisisi pada 1995. Sejak 1898, nama Schwarzkopf dikenal kompeten di dunia perawatan rambut, dan memiliki kekuatan nilai-nilaimodern, berkualitas, dan inovatif. Hal tersebut menjadikan Schwarzkopf sebagai payung yang ideal untuk merek portofolio berbeda yang melayani segmen konsumen dan bisnis salon rambut internasional, Schwarzkopf Professional.

Shampoon – bubuk pembersih rambut pertama di Jerman

Pada tahun 1903, Schwarzkopf meluncurkan Shampoon (harga: 20 pfennigs), bubuk pembersih rambut pertama di pasar Jerman. Paketnya kini memiliki logo siluet hitam yang sudah banyak dikenal, sebuah icon profil kepala berwarna hitam. Keberhasilan Shampoon mendorong Hans Schwarzkopf untuk melepaskan bisnis apotiknya untuk berkonsentrasi pada produksi dan pemasaran.

Persil – Deterjen laundry self-acting pertama

Pada tahun 1907, Persil diluncurkan sebagai deterjen laundry self-acting pertama di dunia, dan sejak itu telah menjadi landasan dari pertumbuhan Henkel. Deterjen tersebut, yang membersihkan dan memutihkan cucian tanpa klorin, tidak saja menghilangkan pekerjaan menggosok dan mencuci dengan tangan yang memberatkan, yang mengakibatkan pakaian menjadi lusuh, namun juga meningkatkan higienis rumah tangga. Hal tersebut merupakan kontribusi nyata yang disumbangkan Henkel terhadap kemajuan sosial. Kini, Persil merupakan deterjen laundry No.1 di Jerman dan merupakan salah satu merek teratas dalam bisnis Laundry & Home Care

Perekat adesif Henkel yang pertama

Di tahun 1923, pemasangan label dari beberapa produk konsumen milik Henkel terancam akibat terhentinya persediaan lem.Hal inilah yang menyebabkan  Henkel mulai memproduksi perekatnya sendiri.

Pada 26 Juni, sebuah lem dijual ke perusahaan tetangga untuk pertama kalinya. Henkel secara ambisius berencana untuk menguasai pasar dekorasi interior dan kertas dinding, dimana saat itu Sichel yang mengendalikan pasar,  di luar industri pengemasan.

Pembersih industri pertama P3

Di tahun 1929, Henkel menambah portofolionya dengan masuknya pembersih industri, P3. Pembersih P3 ini mampu mengangkat kotoran atau pencemaran lainnya dari permukaan keras.

Poly Color pewarna rambut

Gambar di atas menunjukkan paket Poly Color dari tahun 1950. TheraChemie mulai memasarkan pewarna rambut cair ini pada tahun 1947. Henkel memasuki bisnis kosmetik melalui akuisisi TheraChemie pada tahun 1950.

Perekat Loctite pertama

Pada tahun 1956, Profesor Vernon Krieble memperkenalkan perekatnya, “Loctite, cairan pengunci  mur.” Krieble menjanjikan bahwa perekatnya akan mengatasi masalah mur dan baut yang longgar dalam mesin. Berdua dengan tetangganya, Paul G. Haviland, ia mendirikan the American Sealants Company di Hartford, Connecticut, Amerika Serikat. Pada tahun 1963, perusahaan tersebut berubah nama menjadi Loctite Corporation.

Di tahun 1985, Henkel membeli sedikit di atas 25 persen dari saham umum Loctite dari keluarga Krieble. Pembelian saham dilakukan beberapa kali hingga 35 persen kepemilikan pada 1996. Henkel mengakuisisi Loctite sepenuhnya pada tahun 1997. Kini, Loctite merupakan merek terbesar dalam bisnis Teknologi Perekat.

Berdirinya Henkel Indonesia

Henkel Indonesia didirikan pada tahun 1974, bermula dari distribusi, kemudian produksi perekat dan penyediaan bahan baku untuk pemakaian industri.

Pembukaan pabrik perekat untuk sepatu di Indonesia

Pabrik pertama khusus perekat sepatu didirikan di Tangerang.

Akuisisi Schwarzkopf

Pada Juli 1995, Henkel mengakuisisi Schwarzkopf, yang hingga kini menjadi bagian dari perusahaan. Dengan akuisisi tersebut, Henkel mampu menggandakan penjualan unit bisnis Beauty Care. Schwarzkopf kini merupakan salah satu merek kosmetik rambut terdepan di dunia dan merupakan merek terbesar pada portofolio Henkel.

Akuisisi Loctite

Henkel mengakuisisi Loctite sepenuhnya pada 1997. Di tahun 1985, Henkel sebelumnya telah membeli sedikit di atas 25 persen saham umum Loctite dari keluarga Krieble. Partisipasi tersebut dilakukan beberapa kali lagi hingga kepemilikan mencapai 35 persen pada tahun 1996. Kini, Loctite merupakan merek terbesar pada unit bisnis Teknologi Perekat.

Pembukaan pabrik perekat untuk industri di Indonesia

Pabrik perekat kedua didirikan di wilayah Pasuruan.

Akuisisi The Dial Corporation

Henkel mengakuisisi perusahaan yangberbasis di AS, The Dial Corporation, produsen deterjen pakaian, pembersih rumah tangga dan produk perawatan tubuh. Produk yang ada dalam portofolionya antara lain sabun batang, sabun cair dan sabun gel pada bisnis perawatan tubuh, dan juga deterjen pakaian dan penyegar udara.

Berdirinya kantor pusat di Jakarta

Henkel Indonesia mendirikan kantor pusatnya di Talavera.

Akuisisi bisnis Perekat dan Materi Elektronik milik National Starch

Pada 2008, Henkel mengambil alih lini bisnis Perekat dan Materi Elektronik dari dari AkzoNobel yang sebelumnya dimiliki oleh National Starch. Dengan begitu, Adhesive Technologies menjadi unit bisnis dengan kontribusi penjualan terbesar di Henkel. Khusus pada unit bisnis Adhesive Technologies, akuisisi tersebut memperkuat sektor Perekat kemasan dan kayu, dan Elektronik.

Memperkenalkan strategi Henkel dan strategi keberlanjutan  yang baru

Henkel memperkenalkan strategi dan target finansial barunya hingga periode 2016. Strategi tersebut berfokus pada prioritas strategis yang terdiri dari mengungguli, globalisasi, menyederhanakan, dan menginspirasi.

Pada saat yang sama, perusahaan telah menerbitkan Strategi Keberlanjutan 2030 yang baru. Inti strategi ini adalah memiliki target untuk menghasilkan lebih banyak dengan menggunakan lebih sedikit sumber daya  untuk meningkatkan efisiensi hingga tiga kali lipat. Strategi kesinambungan tersebut berlaku untuk semua sektor bisnis dan seluruh rantai nilai.

Henkel umumkan berbagai akuisi

Di Juni 2014, Henkel AG & Co. KgaA menandatangani perjanjian untuk menggunakan dana yang dikelola oleh BC Partners untuk mengakuisisi semua saham milik Spotless Group SAS, Neuilly-sur-Seine, France. Transaksi tersebut, dengan menghitung hutang, bernilai 940 juta euro dan akan dibayarkan secara tunai. Spotless Group secara garis besar beroperasi di area pendukung laundry (kertas laundry, pembersih noda, pewarna kain), obat serangga dan perawatan rumah di Eropa Barat. Merek unggulan perusahaan tersebut antara lain Eau Ecarlate, Dylon, Grey dan Catch. Pada tahun 2013, perusahaan tersebut menghasilkan penjualan sekitar 280 juta euro. Spotless Group merupakan penguasa pasar di berbagai pasar mapan di Eropa seperti Perancis, Itali, Spanyol, Benelux dan Inggris, dan mempekerjakan sekitar 470 orang.

Henkel juga menandatangani perjanjian dengan TSG Consumer Partners, San Francisco/AS, untuk mengakuisisi tiga perusahaan Rambut Profesional AS, yaitu SexyHair, Alterna dan Kenra senilai 270 juta euro secara tunai. Bisnis-bisnis tersebut akan memperkuat portofolio Rambut Profesional Henkel di AS, khususnya pada kategori Perawatan dan Styling. Akuisisi tersebut akan memposisikan Henkel sebagai salah satu perusahaan terdepan di pasar terbesar dunia untuk Rambut Profesional. Pada tahun 2013, ketiga perusahaan tersebut menghasilkan penjualan sekitar 140 juta euro.

Pada September 2014, Henkel juga menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi The Bergquist Company, sebuah perusahaan tertutup yang merupakan pemasok pengelola termal  untuk industri elektronik secara global. Bergquist, berkantor di Chanhassen, MN, AS, menyediakan solusi untuk mengelola  thermal bagi aplikasi elektronik, melayani beragam industri, dari otomotif hingga elektronik ritel dan industri serta lampu LED di Amerika Utara, Asia Pasifik dan Eropa. Pada tahun 2013, Bergquist menghasilkan penjualan sekitar 130 juta euro. Perusahaan tersebut memiliki 1000 pegawai dan enam lokasi produksi – lima di AS dan satu di Cina. Akuisisi ini akan memperkuat posisi bisnis Adhesive Technologies  Henkel sebagai yang terdepan secara global.

Perubahan Dewan Manajemen di Henkel

Mulai efektif pada tanggal 1 May 2016, Hans Van Bylen menjadi CEO dari Henkel, menggantikan Kasper Rorsted. Hans Van Bylen menjabat sebagai anggota Dewan Manajemen sejak tahun 2005, bertanggung jawab pada unit bisnis Perawatan Kecantikan.

Pascal Houdayer, merupakan anggota dari Dewan Manajemen sejak 1 Maret 2016, berhasil menggantikan Hans Van Bylen sebagai Wakil Presiden Eksekutif untuk unit bisnis Perawatan Kecantikan mulai 1 Mei 2016.

Akuisisi The Sun Products Corporation

Terhitung mulai 1 September 2016, Henkel mengakuisisi perusahaan laundry dan home careAmerika Serikat, The Sun Products Corporation, melalui Vestar Capital Partners. Akuisisi ini merupakan langkah perubahan bisnis di Amerika Utara. Henkel meraih posisi nomor 2 di pasar laundry careAmerika Utara. Akuisisi ini meliputi merek laundry care terkemuka seperti all® dan Sun® serta kondisioner kain, Snuggle®.

Akuisisi ini memperkuat dan menyempurnakan portofolio laundry dan home care perusahaan yang sudah ada dengan merek yang sudah sukses dan terkenal di Amerika Utara. Dengan volume transaksi sekitar 3,2 juta euro, akuisisi Sun Products adalah akuisisi terbesar kedua yang pernah ada dalam sejarah Henkel.  

Henkel Memperluas Aktivitas Modal Ventura Perusahaan

Dengan jumlah investasi lebih dari 25 juta euro di sejumlah perusahaan rintisan dan dana modal ventura, Henkel kini mengelola aktivitas modal venturanya melalui unit khusus:  Henkel Ventures website


Akuisisi Darex Packaging Technologies dan Sonderhoff Group

Dengan berhasilnya akuisisi bisnis global Darex Packaging Technologies dan Sonderhoff Group, Henkel memperkuat bisnis Adhesive Technologies dan melengkapi portofolio teknologinya.


Henkel Mengakuisisi Nattura Laboratorios

Dengan akuisisi ini, Henkel memperkuat bisnis Hair Professional dan secara signifikan memperluas posisi pasar di Meksiko dan Amerika Serikat. Transaksi tersebut mencakup portofolio merek terkemuka di kategori utama Hair Professional dari Henkel. Merek utama tersebut adalah Pravana dan Tec Italy.